Melihat hasil zoom bersama Gubernur Jawa Tengah, bisa ketahui bersama. “Kalau kita telisik secara detail, bahwa menanam itu mudah, tapi yang paling sulit adalah memelihara,” terang Sutari.
Pihaknya mendorong kepada Pemerintah Kota Tegal untuk melakukan pemantauan tiga sampai tiap satu minggu dapat dilaksanakan pemantauan mana di antara pohon mangrove yang ditanam roboh ataupun tumbang ataupun geser terlebih kondisi di sekitar pantai tempat tanami mangrove itu banyak terjadi rob yang sangat tinggi.
“Sehingga kalau kita hanya bisa tanam sulit untuk melakukan patroli maupun pemantauan selanjutnya, itu akan menjadi kesulitan bagi kita sendiri. Itu yang paling penting, sehingga kedepan kita dorong, di samping rajin menanam, juga rajin melaksanakan pemantauan dan pemeliharaan,” tutupnya.
Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, SKM, M.Kes, menegaskan bahwa gerakan penanaman pohon mangrove dalam program ‘Mageri Segoro’ bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan menjadi warisan penting bagi generasi mendatang.-(SUT)