DPRD Kota Tegal

Dinkes Kota Tegal Periksa SPPG dan Perketat Pengawasan

Bagikan

Dugaan keracunan makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis atau MBG terjadi di Kota Tegal.

Tiga siswa SMP PIUS di laporkan mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi roti dalam paket MBG, Senin 23 Februari 2026.

Berdasarkan laporan yang di terima Dinas Kesehatan Kota Tegal, total penerima manfaat program pada hari tersebut mencapai 244 siswa.

Dari jumlah itu, tiga siswa mengalami gejala dan sempat mendapatkan penanganan medis di RSU Islam Harapan Anda.

Ketiganya kemudian di perbolehkan pulang untuk rawat jalan setelah kondisi membaik.

Roti isi pisang cokelat di konsumsi siswa di ketahui berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Kraton 1, Kecamatan Tegal Barat.

Informasi yang di himpun menyebutkan roti tersebut di pesan dari salah satu pelaku UMKM lokal pada Sabtu 21 Februari 2026.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kota Tegal pada Selasa 24 Februari 2026 langsung melakukan pemeriksaan di SPPG Kraton 1.

Tim surveilans mengambil sejumlah sampel makanan, meliputi roti, keju, susu UHT, buah kelengkeng dan jeruk untuk diuji lebih lanjut.

Selain itu, petugas juga meminta keterangan dari kepala hingga staf SPPG, termasuk pihak penyedia bahan baku.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal, M Zaenal Abidin, menegaskan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap seluruh SPPG.

Pemeriksaan tidak hanya menyasar bahan makanan, tetapi juga aspek kesehatan lingkungan dan kelayakan bangunan.

“Kita akan lebih ketat lagi. Kita akan melangkah dengan inspeksi kesehatan lingkungan, tatanannya seperti apa dalam gedungnya,” ujar Zaenal.

Zaenal juga menegaskan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS di lakukan secara selektif dan tidak tergesa-gesa.

Hingga saat ini, tercatat 10 SPPG di Kota Tegal yang telah mengantongi SLHS.

“Kenapa Kota Tegal agak lambat, karena kami sangat-sangat ketat untuk hal SLHS-nya, pengeluaran sertifikatnya,” kata Zaenal.

Zaenal menambahkan, penyusunan menu MBG di setiap SPPG telah didampingi ahli gizi dengan sistem siklus menu lima, tujuh hingga 10 hari, guna menjaga variasi dan keseimbangan gizi.

Dinas Kesehatan masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti munculnya gejala pada tiga siswa tersebut, sembari memastikan pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai standar keamanan pangan. (wn)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top