DPRD Kota Tegal

Capaian Pantau KB Kota Tegal yang Tembus Target

Bagikan

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Isyana Bagoes Oka, mengapresiasi capaian program Pantau KB di Kota Tegal yang berhasil menembus target.

Pelayanan kontrasepsi gratis tersebut di gelar di Gedung PC IBI Kota Tegal, Minggu 15 Februari 2026, sebagai bagian dari program nasional BKKBN yang berlangsung 9-15 Februari 2026 di lebih dari 300 kabupaten kota prioritas.

Menurut Isyana, keberhasilan Kota Tegal tidak lepas dari kolaborasi Pemerintah Kota Tegal, PC Ikatan Bidan Indonesia atau IBI serta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Program Pantau KB membuktikan bahwa negara hadir dalam memberikan pelayanan kontrasepsi kepada masyarakat. Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak sehingga target di Kota Tegal, bisa tercapai bahkan melebihi,” ujar Isyana.

Isyana menyebut, mayoritas akseptor di Kota Tegal memilih metode kontrasepsi jangka panjang.

Implan menjadi yang paling di minati dengan masa perlindungan sekitar tiga tahun, di susul IUD yang memiliki jangka waktu lebih panjang. Selain itu, tersedia pula metode operasi wanita atau MOW dan pria atau MOP.

Isyana menegaskan, sasaran utama program ini merupakan pasangan usia subur. Khususnya ibu pasca melahirkan agar segera mendapatkan layanan KB untuk menjaga jarak kelahiran.

“KB bukan untuk membatasi jumlah anak, tetapi memastikan kehamilan terjadi pada waktu yang tepat dan saat pasangan sudah siap secara fisik, mental maupun ekonomi,” kata Isyana.

Data hasil pelayanan akan terus di pantau hingga 20 Februari 2026 sebelum di lakukan evaluasi nasional.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Tegal, Moh Afin mengatakan, pelayanan KB di laksanakan di 30 fasilitas kesehatan. Termasuk praktik bidan mandiri dan rumah sakit.

Tahun ini Kota Tegal menargetkan 742 akseptor, terdiri dari 255 metode kontrasepsi jangka panjang atau MKJP dan 427 non-MKJP. Pada tahun sebelumnya, capaian bahkan menembus sekitar 1.300 akseptor atau 178 persen dari target.

“Kami berterima kasih kepada seluruh fasyankes dan IBI yang rutin memberikan pelayanan KB. Respon masyarakat sangat baik,” ujar Afin.

Ketua PC IBI Kota Tegal, Taryuli menambahkan, selama pelaksanaan 9-15 Februari 2026 tercatat 78 akseptor IUD. Lalu, 199 implan, 12 MOW serta 695 akseptor suntik di berbagai klinik. Pada hari terakhir, sekitar 60 peserta kembali mendapatkan pelayanan.

Taryuli berharap, capaian ini mampu menekan angka unmet need di Kota Tegal, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perencanaan kehamilan. (wn)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top