Pemerintah Kota Tegal, mulai mendorong pengembangan hunian rendah karbon sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan.
Namun, upaya tersebut dihadapkan pada fakta bahwa sekitar 13.000 warga di Kota Tegal, masih belum memiliki rumah.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Tegal, Abdan Harimurti mengatakan, konsep hunian rendah karbon menjadi arah kebijakan ke depan, baik untuk rumah susun maupun perumahan masyarakat. “Konsep ini tidak hanya untuk rusunawa, tapi juga bisa diterapkan oleh masyarakat dan pengembang. Dengan desain pasif, rumah bisa lebih hemat energi dan tetap nyaman meski tanpa pendingin ruangan,” ujar Abdan, Senin 27 April 2026.
Abdan menjelaskan, desain rendah karbon memungkinkan rumah memaksimalkan pencahayaan alami dan sirkulasi udara, sehingga mengurangi ketergantungan pada listrik.
Di sisi lain, Pemkot Tegal tetap menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan hunian. Berdasarkan data, sekitar 13.000 warga belum memiliki rumah. Abdan menegaskan, pemerintah menjalankan dua pendekatan sekaligus, yakni peningkatan kualitas dan penambahan jumlah hunian.
“Kualitas kami dorong melalui program RTLH, sementara kuantitas melalui pembangunan rumah subsidi dan dukungan dari pemerintah pusat maupun provinsi,” jelas Abdan.(wn)