DPRD Kota Tegal

Sungai Ketiwon di Tegal Meluap, Menggenangi Pemukiman Warga

Bagikan

Kota Tegal- Aliran Sungai Ketiwon di Kota Tegal meluap dan menggenangi pemukiman warga di RW IX dan RW X Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Selasa (10/2/ 2026) malam.

Hal itu diakibatkan debit air Sungai Ketiwon yang meningkat karena derasnya curah hujan di wilayah hulu.

Kondisi itu diperparah dengan tergerusnya sebagian tanggul sungai Ketiwon akibat abrasi terhantam oleh arus sungai yang deras.

Menyikapi hal itu, Pemkot Tegal cepat tanggap mengambil tindakan untuk memetakan wilayah yang terdampak atas bencana luapan sungai hingga membanjiri pemukiman warga.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal drg. Agus Dwi Sulistiantono saat peninjauan ke lokasi bencana esok harinya, Rabu (11/2/ 2026) siang.

Menurut Agus, Pemkot Tegal sesuai arahan dari Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono agar memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.

“Yang utama adalah membantu warga terdampak, khususnya kebutuhan makanan. Penyalurannya akan dibantu oleh Lurah dan Camat,” ujar Agus.

Selain bantuan darurat, Pemkot juga mengambil langkah antisipatif agar tidak muncul persoalan baru. Pemerintah telah berkoordinasi dengan PPSDA untuk memperkuat sandbag di bagian dalam tanggul, terutama di titik rawan yang berpotensi kembali mengalirkan air ke permukiman.

“Pada jalur air sungai siku kondisinya rawan jebol. Karena itu kami koordinasi untuk memperkuat sandbag di titik rawan,” jelasnya.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal turut bergerak cepat dengan melakukan pengamanan sementara di lokasi terdampak.

“Hari ini DPUPR akan memasang barikade, termasuk menggunakan bambu sebagai penahan,” tambah Agus.

Menurut Agus, banjir terjadi karena tingginya debit air sungai yang berasal dari hulu akibat curah hujan yang tinggi. Bahkan ada jembatan di aliran sungai di wilayah Kabupaten Tegal yang roboh.

Kemudian diperparah kondisi tanggul yang tergerus dan permukaan tanggul yang relatif rendah, sehingga air mudah meluap ke permukiman.

Dampak banjir cukup besar, khususnya di RW IX dan RW X Kelurahan Panggung. Air banjir beserta lumpur dari luapan Sungai Ketiwon masuk ke rumah-rumah warga. Warga terdampak kini mulai melakukan pembersihan rumah secara gotong royong.

“Di RW IX sekitar 700 kepala keluarga terdampak dan di RW X sekitar 500 kepala keluarga sehingga jumlah yang terdampak sekitar 1.200 kepala keluarga. Hari ini warga bersama-sama bergotong royong membersihkan rumah masing-masing,” pungkasnya.(Riyanto Jayeng)

 

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top