Para pedagang Pasar Alun-alun Tegal resah menyusul adanya isu rencana revitalisasi pasar yang berada di Jalan Tentara Pelajar Kota Tegal. Sebab mereka khawatir apabila revitalisasi dilakukan tidak bisa lagi berjualan di lokasi tersebut.
Terkait persoalan tersebut Komisi II menggelar rapat gabungan bersama Komisi III dengan mengundang pihak-pihak terkait lainnya. Menurut Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman, rapat kerja bersama yang difasilitasi Wakil Ketua DPRD Amirudin digelar pada Selasa, 23 September 2025. Saat itu, rapat dihadiri anggota Komisi II dan II, Organisasi Pedagang Pasar Alun-alun (OPPAL), PT KAI, Dinas Perhubungan, Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan serta Asisten Sekda bidang perekonomian.
“Kami ingin mendapatkan informasi lebih jelas terkait isu revitalisasi alun-alun. Sehingga, kami mengundang pihak-pihak terkait,” katanya.
Zaenal menegaskan, di dalam rapat disampaikan saat ini, PT KAI masih melakukan penyusunan DED. Karena itu, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Tegal untuk berkoordinasi dengan PT KAI agar DED menampung para PKL yang sudah puluhan tahun menempati lapak di sana.
“Selain itu, juga tidak menghilangkan ikonik pasar Alun-alun di Tegal yang sudah ada. Walaupun secara hak tanah itu merupakan milik PT KAI,” terangnya.
Zaenal menambahkan, dari Pemerintah Kota Tegal harus merencanakan relokasi para PKL ke sejumlah pasar. Namun, pihaknya tidak sepakat dengan hal itu, karena karakteristik dagangannya berbeda-beda. “Sejak saya lahir, di sana ada yang menjual seragam sekolah, buku-buku dan onderdil bekas. Sehingga kami berharap agar nantinya jika revitalisasi dilakukan tidak menghilangkan ikoniknya,” katanya.(wn)
