DPRD Kota Tegal

Pedagang Pasar Tiban Slamet Riyadi Tegal Tolak Relokasi

Bagikan

Rencana penataan pasar tiban di Jalan Slamet Riyadi, Kota Tegal, menuai respons dari kalangan pedagang. Sejumlah opsi yang disampaikan Pemerintah Kota Tegal, dalam rapat bersama DPR RI di Gedung DPRD Kota Tegal, Senin 25 Mei 2026, dinilai belum berpihak pada kondisi ekonomi pedagang.

Ketua Pembina dan Pengawas Forum Silaturahmi Pedagang Slamet Riyadi atau FSPSR Kota Tegal, Romiko Gunawan mengatakan, tidak semua opsi penataan dapat diterima.

Menurut Romiko, opsi pertama terkait penyesuaian waktu kegiatan keagamaan masih dinilai memungkinkan.

Begitu pula opsi kedua berupa pengaturan akses dengan pemasangan pembatas jalan seperti water barrier atau kerucut, yang dianggap cukup solutif.

“Opsi pertama masih masuk akal. Kemudian opsi kedua kalau ada koordinasi dan dipasang pembatas jalan itu juga bagus,” ujar Romiko, di Gedung DPRD Kota Tegal.

Namun, Romiko menilai opsi relokasi pedagang ke Jalan Panggung Timur akan sulit direalisasikan. Kondisi ekonomi yang belum stabil menjadi pertimbangan utama.

“Kalau pedagang dipindah, risikonya terlalu besar,” kata pria yang akrab disapa Miko itu.

Sebagai alternatif, pihaknya justru mengusulkan lokasi relokasi ke Jalan Proklamasi atau kawasan depan Kantor Bank Jateng yang dinilai lebih potensial secara ekonomi. Di sisi lain, Miko juga menyoroti tidak dilibatkannya perwakilan pedagang dalam rapat bersama Badan Aspirasi Masyarakat DPR RI yang membahas persoalan tersebut.

“Seharusnya pedagang dilibatkan, karena ini dari rakyat untuk rakyat,” ujar Miko.

Miko mengingatkan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tengah sulit, sehingga kebijakan penataan tidak seharusnya menambah beban pedagang kecil.

“Ekonomi rakyat sedang susah, jangan dibuat lebih susah lagi. Kalau dibikin susah, pasti rakyat menjerit,” tegas Miko.

Miko menambahkan, selama ini pedagang telah berupaya memberikan akses bagi aktivitas di sekitar kawasan tersebut, termasuk menuju Meditation Center.

Bahkan, akses jalan disebut tetap dibuka dengan lebar sekitar dua meter di sisi selatan.

Miko juga menjelaskan, pedagang yang berada di Jalan Slamet Riyadi mayoritas merupakan relokasi lama dari kawasan Balai Kota Lama, sedangkan pedagang di Jalan Panggung Timur sebagian besar merupakan pendatang baru.

Saat ini, terdapat dua organisasi pedagang di kawasan tersebut, yakni FSPSR dan APPSI, dengan jumlah anggota aktif masing-masing sekitar 70 orang.

“Di luar itu, ada pedagang lain yang belum terdata dalam organisasi,” tandas Miko. (wn)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top