Nelayan di Jawa Tengah, mulai mewaspadai potensi kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Meski pemerintah pusat memastikan harga BBM tetap stabil, kekhawatiran tetap muncul karena kenaikan harga di sejumlah negara dinilai bisa berdampak pada kebijakan dalam negeri.
“Harga solar bagi nelayan tradisional di bawah 30 gross ton atau GT masih berada di kisaran Rp 6.800 per liter,” ucap Riswanto, Senin 6 April 2026.
Riswanto mengaku, ketergantungan nelayan tradisional terhadap subsidi juga cukup tinggi.
Menurut Riswanto, sekitar 75 persen nelayan di Jawa Tengah, masih bergantung pada BBM subsidi untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Kenaikan harga BBM dikhawatirkan Riswanto, akan langsung berdampak pada biaya operasional melaut, yang pada akhirnya bisa menekan pendapatan nelayan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia atau HNSI Jawa Tengah, Riswanto menyebut bahwa saat ini nelayan masih mengandalkan BBM subsidi untuk menopang aktivitas melaut.“Pemerintah Presiden Prabowo dengan langkah tidak ada penyesuaian harga BBM solar subsidi sudah sangat tepat dan menunjukan keberpihakannya kepada kondisi ekonomi masyarakat, khususnya nelayan,” pungkas Riswanto. (wn)