DPRD Kota Tegal menerima audiensi Aliansi Mahasiswa Tegal terkait peringatan Hari Pendidikan.
Audiensi yang juga dihadiri Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Tengah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal itu menyoroti berbagai persoalan pendidikan yang dinilai belum merata.
Perwakilan mahasiswa, Abdurrahman Wahid, mengungkapkan ketimpangan terlihat dari distribusi guru hingga dominasi sekolah swasta, khususnya pada jenjang SMK dan SLB. Berdasarkan data Dapodik per 3 September 2025, layanan pendidikan menengah di Jawa Tengah mencakup lebih dari 1,3 juta siswa di 2.578 satuan pendidikan dengan dukungan 72.236 tenaga
Namun, menurut Abdurrahman, skala besar tersebut belum diimbangi pemerataan sumber daya.
Bahkan di sejumlah wilayah, jumlah siswa SMK swasta bisa dua kali lipat dibandingkan sekolah negeri.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengakui upaya pemerintah daerah belum maksimal.
“Perlu penanganan bersama, tidak bisa hanya pemerintah dan DPRD saja,” kata Kusnendro. (wn)