DPRD Kota Tegal

Kondisi Jalan ke TPA Bokong Semar Rusak Parah

Bagikan

Kondisi akses jalan menuju TPA Bokong Semar, Kelurahan Kaligangsa, Kota Tegal, di nilai semakin mengganggu kinerja armada pengangkutan sampah Dinas Lingkungan Hidup atau DLH.

Petugas bongkar muat atau BM sampah harus berjibaku melintasi jalan tanah liat bercampur batu yang licin, berlubang dan kerap tergenang air. Terutama saat hujan seperti beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada kelancaran operasional pengangkutan sampah, seperti pantauan smpantura, Jumat 23 Januari 2026.

Tak sedikit armada motor roda tiga yang mengalami kerusakan akibat medan ekstrem menuju TPA.

Kerusakan paling sering terjadi pada bagian as kopel, yang kerap terlepas bahkan patah saat kendaraan melintasi jalan berlumpur.

Salah satu sopir bak sampah motor roda tiga DLH Kota Tegal, Dedi, mengungkapkan bahwa ia dan rekan-rekannya membutuhkan tenaga ekstra untuk mencapai lokasi pembuangan akhir.

“Beberapa ada yang as kopelnya lepas sampai patah dan kampas kopling cepat habis. Kontur jalan ke TPA memang luar biasa, tanah, berlumpur dan banyak genangan. Kita tidak bisa bekerja maksimal karena harus pelan,” ujar Dedi, Jumat 23 Januari 2026.

Dedi menambahkan, laju kendaraan juga di pengaruhi oleh berat muatan. Dalam sekali angkut, motor roda tiga membawa sampah seberat 1,2 ton hingga 1,5 ton.

“Dalam sehari kita bisa tiga kali angkut dari wilayah Jalan Kapten Sudibyo. Kalau muatannya penuh, otomatis tidak bisa cepat,” kata Dedi.

Keluhan lain di sampaikan petugas BM, Sugeng, yang menyebut bahwa jarak tempuh menuju TPA Bokong Semar yang cukup jauh dari titik pengangkutan turut memperberat beban kerja petugas.

Selain itu, keterbatasan jatah bahan bakar minyak atau BBM juga menjadi kendala. Dalam satu pekan, setiap armada hanya mendapat satu kupon BBM sebanyak 10 liter. Dan di nilai belum mencukupi kebutuhan operasional harian.

“Kita dapat jatah satu kupon untuk satu minggu, ditukar 10 liter BBM. Tapi seringnya kurang, jadi harus nombok 1-2 liter. Pernah juga mogok di jalan karena kehabisan BBM,” ungkap Sugeng.

Sugeng menyebut, kondisi tersebut tidak hanya menghambat efektivitas pengangkutan sampah, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan petugas di lapangan serta mempercepat kerusakan armada.

Para petugas berharap, ada perhatian serius terkait perbaikan akses jalan menuju TPA Bokong Semar, sekaligus evaluasi dukungan operasional agar pelayanan kebersihan di Kota Tegal dapat berjalan optimal. (wn)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top