DPRD Kota Tegal

Jadikan Peringatan Maulid Nabi Muhammad sebagai Refleksi Diri

Bagikan

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW, doa dan Istighotsah untuk Korban Bencana di Seluruh Wilayah Indonesia. Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Kota Tegal. Turut hadir Wakil Wali Kota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah, Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD terkait. Acara ini juga menghadirkan KH Labib Shodiq Suhaimi dari Brebes sebagai pembicara, turut dimeriahkan Habib M. Sulthon Badar Al Habsyi dan Grup Hadroh MMR Tegal.

Pada kesempatan itu, Dedy Yon mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjadikan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW sebagai refleksi diri.“Kita songsong tahun baru dengan semangat baru, tekad baru, dan komitmen untuk memperbaiki diri serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Semoga Kota Tegal semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin diberkahi Allah SWT,” katanya. Dedy Yon juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselengarakan menjelang pergantian 2026. Menurutnya, momentum itu sangat Istimewa.

“Karena tidak hanya mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Tetapi juga meneladani akhlak mulia Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Dedy Yon, Rasulullah adalah suri tauladan yang sempurna, yang ajarannya senantiasa relevan. Untuk membimbing kita dalam membangun masyarakat yang guyub, rukun dan penuh kasih sayang.

Dedy Yon menegaskan Pemerintah Kota Tegal senantiasa berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan. Karena pembangunan tidak hanya berorientasi pada fisik dan ekonomi tetapi juga pada pembangunan moral dan spiritual masyarakat. Wali Kota Tegal mengajak untuk bersama-sama berdoa semoga Allah SWT senantiasa melindungi bangsa Indonesia, memberikan kekuatan kepada korban bencana dan menjadikan umat yang senantiasa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

Sementara itu, Habib Muhammad bin Tohir Al Kaff dalam sambutannya mengatakan acara ini digagas Almarhum Habib Tohir Abdullah Al Kaff setiap malam pergantian tahun masehi. Dengan tujuan merubah malam maksiat menjadi malam rahmat.

“Alhamdulillah sampai hari ini kita masih istiqomah. Mudah-mudahan terus istiqomah sehingga membawa keberkahan pada Kota Tegal,” ujarnya. (wn)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top