Kelurahan Kalinyamat Kulon menjadikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) beserta salah satu SMP menjadi orang tua asuh. Itu, dilakukan untuk mengatasi sampah di wilayah tersebut.
Adapun program yang digulirkan yakni Gas Kopling atau Gropyokan Atasi Sampah Kalinyamat Kulon Peduli Lingkungan. Program resmi diluncurkan, Jumat 22 Mei 2026.
Saat dikonfirmasi, Lurah Kalinyamat Kulon, Arinto SAP mengatakan gerakan itu dibentuk, sebagai tindak lanjut dari program Pemerintah Kota Tegal dalam mengatasi persoalan sampah. Lewat program itu, warga didorong untuk memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara mandiri.
Menurut Arinto, dalam pelaksanaannya, masyarakat akan diarahkan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah tangga. Selanjutnya, sampah anorganik disetorkan ke bank sampah yang ada untuk dikelola lebih lanjut. Dalam program itu, kata Arinto, ada dua orang tua asuh yang ditunjuk yakni DPUR dan SMP 16. Mereka memiliki tugas memberikan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat oleh staf yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal.
Camat Margadana Ari Budi Wibowo mengungkapkan, selama ini pengolahan sampah rumah tangga masih seperti biasa. Sampah dibuang pada tempatnya, kemudian dikirim ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), kemudian diambil DLH untuk dibawa ke TPA.
Melalui gerakan itu, ujar Ari, pihaknya berkomitmen untuk merubah kebiasaan seperti itu. Tidak hanya 70 persen sampah yang ada di lingkungan berkurang, tapi targetnya 90 persen.
“Jadi melalui program itu, nantinya hanya residu saja yang akan kita bawa ke TPA,” tegas Ari Budi Wibowo. Ari menambahkan, hasil pemilahan nantinya ada sampah organik A dan organik B yang bisa untuk makan hewan ternak. Sedangkan yang anorganik, kerja sama dengan bank sampah yang ada di masing-masing RW dan uangnya ditabung untuk bayar pajak bumi dan bangunan (PBB).
Plt Kepala DPUPR Kota Tegal, Heru Prasetya mengatakan kegiatan itu, tidak semata membuang sampah, tapi itu, merupakan gerakan masif dari seluruh warga di Kalinyamat. Untuk mensosialisasikan, getok tular, membentuk kebiasaan masyarakat memilah sampah di rumah tangga masing-masing.(wn)