Kota Tegal- Air genangan pasca banjir yang melanda pemukiman warga di Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, berdampak serius terhadap tercemarnya sumur warga.
Kaitan hal itu, pihak kelurahan dan puskesmas menyalurkan penawar berupa kaporit dan tawas kepada seluruh warga terdampak.
Sedikitnya ada 107 rumah menerima bantuan kaporit dan tawas yang didistribusikan pada Jumat (9/1/2026).
Bantuan diberikan sebagai langkah darurat untuk menjaga kualitas air bersih warga setelah sumur mereka tercampur air genangan.
Dikatakan oleh Lurah Kaligangsa, Hadi Purwanto, pencemaran sumur terjadi saat genangan air belum sepenuhnya surut, terutama di wilayah dengan kondisi rumah yang lebih rendah dari permukaan jalan.
“Banyak sumur rumah warga yang kemarin tercampur genangan air, sehingga kami salurkan kaporit dan tawas,” ujar Hadi saat mengikuti kerja bakti massal di Kelurahan Krandon, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Hadi, bantuan tersebut disalurkan kepada 107 rumah yang berada di RT 01-05/ RW 06 serta RT 02-04/ RW 05 Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana.
Selain distribusi bahan penjernih air, pihak kelurahan juga menginisiasi kerja bakti massal untuk membersihkan saluran air dan irigasi.
“Kerja bakti dilakukan serentak di seluruh RT mulai RW 01 sampai RW 07,” jelas Hadi.
Hadi menjelaskan, genangan air di Kaligangsa rata-rata memiliki ketinggian 15 hingga 50 sentimeter, khususnya di wilayah RW 06.
Sementara di RW 05, ketinggian air tidak mencapai 50 sentimeter, namun sejumlah rumah tetap tergenang karena posisi bangunan lebih rendah.
“Airnya memang tidak terlalu tinggi, tapi karena banyak rumah lebih rendah, air tetap masuk,” kata Hadi.
Hadi menambahkan, kaporit berfungsi membunuh bakteri, sedangkan tawas digunakan untuk menjernihkan air, sehingga sumur warga dapat kembali dimanfaatkan secara aman.
Dampak genangan air juga dirasakan pada kondisi kesehatan warga. Hadi mengakui, sejumlah warga mengalami keluhan gatal-gatal akibat kontak dengan air kotor.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak kelurahan bekerja sama dengan Puskesmas Kaligangsa dan Posyandu Flamboyan membuka layanan pengobatan gratis bagi warga terdampak.
“Saat air belum surut, kami buka puskesmas keliling bekerja sama dengan Puskesmas Kaligangsa dan Posyandu Flamboyan,” kata Hadi.(Riyanto Jayeng)