Penyusutan garis pantai, akibat abrasi di sejumlah pesisir pantai di Kota Tegal, kondisinya cukup memprihatinkan. Salah satu penyebabnya, kuatnya terjangan ombak, arus air laut dan kemunculan genangan baru.
Sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi abrasi pesisir pantai, Polres Tegal Kota bersama warga, relawan dan pelajar dari Pramuka Saka Bhayangkara, melakukan penanaman ribuan tanaman mangrove, untuk menahan terjangan gelombang air laut yang menerjang pesisir pantai.
”Kami mengajak warga, juga dari pihak kelurahan, relawan dan pelajar, terutama dari anggota Pramuka Saka Bhayangkara, untuk peduli terhadap kondisi lingkungan pesisir pantai. Karena abrasi pantai sudah cukup memprihatinkan. Kalau secepatnya tak di antisipasi, maka garis pantai akan terus menyusut,” terang Kapolres Tegal Kota AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama SIK, di dampingi Wakapolres Kompol Yulius Herlinda, saat memimpin penanaman Mangrove, kemarin.
Dia mengungkapkan, luapan air laut dan tingginya curah hujan masih menjadi kekhawatiran warga pesisir Kota Tegal. Seperti di wilayah terpencil di Kajongan, Kelurahan Muarareja. Genangan air kerap terjadi hingga menutup jalan dan masuk ke permukiman warga.
Itu tak hanya karena sering terjadi rob. Tapi kuatnya gelombang air laut yang kerap menerjang wilayah pesisir, dan menimbulkan genangan. Kondisinya wilayah daratan di pesisir tertutup genangan air laut. Apalagi saat hujan turun, air akan sulit menyusut.
Karena itulah, sebagai salah satu upaya pencegahan abrasi pantai, Polres Tegal Kota bersama warga, pihak kelurahan, relawan peduli lingkungan dan pelajar, menanam ribuan bibit mangrove di kawasan tersebut.
Keberadaan tanaman Mangrove, kata Kapolres Tegal Kota, cukup efektif mengurangi kekuatan gelombang ombak air laut yang menerjang wilayah pesisir pantai. Dengan demikian, dapat mencegah terjadinya abrasi atau pengikisan garis pantai yang selama ini terjadi.
Selain itu, kata dia, gerakan penanaman Mangrove, juga bertujuan menumbuhkan inspirasi dan semangat kepedulian masyarakat, termasuk para pelajar, terhadap lingkungan pesisir. Bahwa kesadaran menjaga lingkungan telah menjadi tanggung jawab bersama masyarakat.
Kapolres Tegal Kota mengungkapkan, wilayah pesisir, khususnya di kawasan Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal, saat sekarang mulai mengalami kenaikan pasang laut. Itu telah berdampak menimbulkan pengikisan daratan akibat arus gelombang yang datang terus menerus dan cukup kuat. Di sisi lain, kurang pertahanan atau antisipasi untuk menahan terjangan gelombang air laut.
”Wilayah pesisir, terutama di Tegal Barat, sudah mulai mengalami kenaikan pasang yang mengakibatkan tergerusnya daratan oleh arus gelombang. Oleh karena itu, kami melakukan penanaman sebagai upaya antisipasi terhadap pengikisan dan kerusakan lingkungan tersebut,” terang Kapolres Tegal Kota.
Ia menambahkan, tanaman Mangrove di pilih, karena paling sesuai dengan karakter wilayah pesisir. Selain menahan abrasi, tanaman ini di harapkan menjadi pelindung alami saat terkadi banjir rob dan luapan air sungai.
”Penanaman mangrove ini juga bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah, sekaligus upaya nyata mengantisipasi bencana hidrometeorologis. Pencegahan harus di mulai sejak dini, bukan menunggu bencana datang,” tandas dia.
Kegiatan serupa akan terus di lakukan di titik-titik rawan banjir lain, agar manfaatnya di rasakan lebih luas. Polres Tegal Kota berharap melalui sinergi Polri, pemerintah, dan masyarakat, kesadaran menjaga lingkungan semakin tumbuh dan wilayah pesisir menjadi lebih tangguh menghadapi bencana. (wn)