DPRD Kota Tegal

Ketua Komisi I: Banjir Margadana Karena Kurang Konek Antar Saluran

Bagikan

Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal Dapil Margadana, M Muslim. (Foto: Sut/dprd.tegalkota.go.id)

KOTA TEGAL, dprd.tegalkota.go.id – Soal banjir yang menimpa wilayah Kelurahan Kaligangsa dan Krandon, Kecamatan Margadana, Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal M Muslim mengatakan bahwa salahsatu penyebabnya adalah kurang koneknya antar saluran.

M Muslim menyampaikan, wilayah terdampak air genangan yakni di RW 1 sampai 6 Kelurahan Krandon Kecamatan Margadana Kota Tegal.

“Saya melihat terjadi genangan karena kurang koneknya antar saluran termasuk limpahan air dari wilayah sebelah. Karena itu kami bersama pemangku kepentingan untuk musyawarah, merumuskan solusi,” kata Muslim, Minggu (11/1/2025/6).

Menurut Muslim, wilayah tersebut memang memiliki struktur tanah yang cekung. Sehingga air dari tetangga sebelah akan mudah menggenang wilayah tersebut.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal, Heru Prasetya S.STP buka suara.

Banjir yang melanda di Kelurahan Kaligangsa dan Krandon Kecamatan Margadana Kota Tegal, kata Heru Prasetya semua nanti tergantung management air genangan yang ada akan dibuang kemana.

“Saat ini posisinya baru sedat-sedot air. Dititik Krandon dan Kaligangsa ini mau tidak mau kita harus tarik sambungkan saluran saluran Gewor biar nyambung,” kata Heru, Minggu (11/1/2026).

Jadi, ada talud sepanjang 650 Meter yang belum nyambung. Nanti kalau di saluran Gewor sudah nyambung. “Kita punya mesin pompa dan pompanya ada di Gebang II yang nanti akan membuang ke Kaligangsa dengan kapasitas mesin 200 liter per detik,” ucapnya.

Lebih lanjut Heru menyampaikan, secara teknis 650 Meter nanti disambungkan. Setelah air kering nanti akan diperbaiki yang ada di wilayah dalam airnya mau dialihkan kemana.

“Ibarat manusia itu saluran alterinya dulu, saluran besar dulu dibenerin buang ke Kaligangsa, setelah itu saluran yang dalam di kaji dan hitung lagi permasalahannya kita tuntaskan,” ujar Heru.

Intinya menurut Heru pertama dari pembuangan ke Kaligangsa yang sudah ada pompa airnya.

Terkait biaya, Heru menghitung 650 Mater dengan talud kanan dan kiri dengan kedalaman 2 Meter, lebar 1,5-2 Meter disesuaikan di lokasi membutuhkan biaya sekira Rp 2,5 Miliar. “Itu pertama yang harus dilakukan,” ucap Heru.-(SUT)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top