Kota Tegal- Ketua Fraksi PKS DPRD kota Tegal Abdul Ghoni menyampaikan, hendaknya konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) tidak hanya paham soal teori.
Abdul Ghoni minta agar konselor Puspaga bisa turun ke lapangan mendampingi warga yang sedang menghadapi kemelut atau konflik rumah tangga.
Hal itu disampaikan Abdul Ghoni saat pembekalan konselor Puspaga di Riez Palace Hotel, Minggu (15/2/2026).
“Penguatan ketahanan keluarga tak boleh berhenti hanya di ruang pelatihan. Mengingat dinamika kehidupan kota yang makin kompleks membuat peran keluarga kembali jadi sorotan,” ujarnya.
Menurut Abdul Ghoni, keluarga merupakan garis pertahanan pertama sebelum masalah sosial melebar ke masyarakat.
“Kalau keluarga goyah, efeknya ke mana-mana. Tapi kalau kuat, dia jadi pelindung,” kata Ghoni.
Abdul Ghoni mengungkapkan, berbagai hal yang dapat menjadi pemicu adanya konflik rumah tangga, yang paling sering terjadi yaitu tekanan ekonomi dan soal pengasuhan anak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi dari pakar keluarga IPB University, Euis Sunarti, yang membahas pola penguatan relasi keluarga berbasis pendekatan ilmiah.
Sekretaris DPPKB2PA Kota Tegal, Yulia Herawati, menjelaskan konselor Puspaga akan menjadi rujukan awal masyarakat sebelum persoalan berkembang menjadi konflik lebih besar.
“Masalah keluarga itu saling terkait, jadi penanganannya harus menyeluruh,” ujar Yulia.
Pemerintah Kota Tegal berharap, keberadaan Puspaga mampu mencegah munculnya kerentanan sosial sejak dari rumah, sekaligus menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi perubahan zaman.(Riyanto Jayeng)