DPRD Kota Tegal

Demi Kelancaran Penggunaan Air Bersih, Pelanggan Perumda Tirta Bahari Diimbau Sediakan Bak Tandon

Bagikan

Kota Tegal- Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan vital yang harus diprioritaskan dalam kehidupan. Namun tidak sedikit orang yang mengabaikan keberadaannya.

Tantangan terbesar bagi sebuah perusahaan plat merah seperti PDAM adalah bencana alam yang berakibat terhadap rusaknya instalasi jaringan air bersih.

Bencana alam yang datang tanpa pengumuman itu akan merusak pipa jaringan distribusi air melalui bencana tanah bergerak, bencana longsor, bencana banjir dan lainnya.

Pada keadaan seperti itulah, distribusi air bersih yang biasanya lancar akan tersendat dan macet total, PDAM membutuhkan waktu berhari-hari untuk melakukan perbaikan agar air kembali lancar.

Dalam perbincangan ringan dengan sejumlah awak media di kantornya belum lama ini, Direktur Perumda Air Minum Tirta Bahari (PDAM) Kota Tegal Hasan Suhandi, S.E mengatakan, alokasi waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan akibat bencana banjir dan tanah bergerak beberapa waktu lalu adalah 2 bulan lebih.

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran pipa distribusi yang mengalami kerusakan fatal itu berada di area bencana yang tidak bisa dijangkau dengan mudah.

“Tim perbaikan kami perlu waktu cukup lama untuk bisa mencapai titik kerusakan, belum lagi untuk mendatangkan material pengganti berupa pipa-pipa besar pun tidak semudah membalik telapak tangan, kami harus kejar-kejaran dengan hujan dan banjir susulan, terakhir ada sekitar 2 bulan distribusi air bersih PDAM tidak sampai ke pelanggan,” ujar Hasan.

Di sisi lain, Hasan juga mengimbau agar seluruh pelanggan Tirta Bahari yang berjumlah sekira 40 ribu pelanggan agar bisa menyediakan bak tandon air bersih.

“Air bersih pada bak tandon bisa menjadi cadangan air bersih untuk sementara waktu selama distribusi air bersih terkendala oleh perbaikan dan bencana alam,” ungkapnya.

Selain itu, selaku Direktur Tirta Bahari, Hasan juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang kurang berkenan dengan SOP pelayanan yang diberikan oleh Perumda Air Minum Tirta Bahari selama ini.

“Kalaupun ada karyawan Tirta Bahari di bagian pencatat meter maupun penagihan rekening yang terkesan kurang beretika, mohon dimaafkan, itu menjadi masukan bagi kami untuk mditindak lanjuti,” jelasnya.

Hasan menambahkan, terhadap pelanggan “bandel” yang mengabaikan pembayaran rekening hingga lebih dari 2 bulan akan dikenakan peringatan dan selanjutnya akan dihentikan distribusi airnya sampai dengan melunasi tagihannya.

“Kami hentikan distribusi airnya semata-mata agar pelanggan tidak terus membengkak tagihannya. Penghentian distribusi air pun kami lakukan dengan etika agar tidak menyinggung perasaan pelanggan. Kami tidak mencabut water meter nya, yang kami lakukan hanya memutar stop kran magnetik nya,” pungkas Hasan.(Jay)

Berita Terbaru

Lihat Lainnya

Scroll to Top