Kota Tegal- Belum optimalnya aliran air bersih yang disuplai Perumda Air Minum Tirta Bahari di wilayah Kecamatan Tegal Timur , Kota Tegal, disoal banyak masyarakat.
Hal itu menjadi trending topik dalam giat penjaringan aspirasi masyarakat (jaring asmara) agenda reses masa persidangan I tahun 2025/2026 anggota DPRD kota Tegal, Hj Ratna Edi Suripno, S.Pt, yang digelar di Jalan Irian, Minggu (7/12/2025).
Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Kabag Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Tirta Bahari, Heri Nurdin, Lurah Panggung Amin Suseno.
Menurut Ratna, sebagai kebutuhan dasar, saat ini seluruh warga khususnya di Kecamatan Tegal Timur sangat bergantung kepada suplay air bersih dari Perumda Air Minum Tirta Bahari.
“Namun ditengah perjalanannya, suplay air bersih itu sering tidak berjalan lancar alias tidak stabil. Kadang air mengalir tidak lancar bahkan terkadang mati tidak mengalir sama sekali,” ujar Ratna.
Ratna mengatakan, persoalan aliran air bersih yang tidak stabil itu sangat dikeluhkan oleh warga, karena sebagai bagian dari pelanggan, warga sudah sangat bergantung kepada Perumda Air Minum Tirta Bahari.
“Jika memang ada kebocoran pipa, kami minta kepada perusahaan itu untuk segera memperbaikinya. Jika memang perlu, dirikan reservoar air bersih di wilayah Tegal Timur agar suplay air bersih tidak tersendat. Kami minta kepada Perumda untuk segera cari solusinya agar persoalan air cepat teratasi,” tegas Ratna.
Sementara, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tegal, H. Edy Suripno, SH.,MH yang ikut hadir dalam acara reses menyampaikan, salah satu bentuk perhatian pemerintahan adalah turunnya anggota DPRD ke dapil untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Edi Suripno yang akrab disapa Uyip menegaskan, tujuan utama dari agenda reses adalah menjaring aspirasi masyarakat, baik urusan pembangunan maupun urusan sosial.
“Reses ini menjadi langkah strategis Fraksi PDIP untuk memperkuat peran nyata ditengah masyarakat Kota Tegal, memastikan setiap aspirasi warga terhubung langsung dengan kebijakan pembangunan di tingkat daerah,” papar Uyip.(Riyanto)