Menderita Anemia, Terdakwa Basri Budi Utomo Diijinkan Opname di RS.

By: nno
Senin, 14-06-2021 20:31 wib
28
Share:

Kota Tegal- Terdakwa kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook, M Basri Budi Utomo Bin Mubarok Budi Subekti yang ditahan di Lapas Tegal akhirnya oleh Majelis Hakim yang menyidangnya di Pengadilan Negeri (PN) Tegal diijinkan untuk menjalani rawat inap atau opname di Rumah Sakit Kardinah selama beberapa hari guna dilakukan tranfusi darah dan penanganan lebih intensif terhadap penyakit Anemia yang dideritanya. Hal itu ditegaskan oleh Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati dalam persidangan lanjutan dengan agenda pembacaan dan penyampaian eksepsi Terdakwa, Senin (14/6/2021) siang. Kondisi kesehatan Terdakwa yang berangsur memburuk itu dipertegas oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) Kota Tegal dr Said Baraba yang sekaligus sebagai dokter yang dipercaya oleh Terdakwa sendiri. Menurut Said, sejak awal Terdakwa menjalani periksa, dirinya sudah dapat menduga bahwa Terdakwa mengalami gangguan Anemia dan harus disuplay darah segar minimal 3 kantong per hari. Di hadapan Majelis Hakim, Dokter Said menceritakan bahwa dari pemeriksaan terhadap Terdakwa pada Sabtu (5/6/2021) lalu, sudah dapat diketahui bahwa Terdakwa mengalami gangguan Anemia dan membutuhkan transfusi darah sebagai langkah awal untuk mer8ngankan beban Anemia yang dideritanya. "Hasil pemeriksaan jelas, gangguan Anemia dan Terdakwa sangat membutuhkan transfusi darah," kata Said. Lebih jauh dr Said menyampaikan, untuk jangka waktu tidak dapat dipastikan, namun setidaknya bisa mencapai 3 atau 4 hari . Menanggapi keterangan Saksi dr Said Baraba, Majelis Hakim PN Tegal akhirnya mengabulkan permohonan tim penasihat hukum Terdakwa yang substansinya adalah memohon kebijaksanaan dari Majelis Hakim untuk mengabulkan permohonan penasihat hukum agar Majelis Hakim memperbolehkan Terdakwa untuk dirawat di Rumah Sakit. Selain itu, pertimbangan majelis hakim yakni adanya keterangan dokter yang menyatakan terdakwa menderita Dalam keterangannya, Ketua Majelis Hakim Toetik Ernawati dalam persidangan mengatakan mempertimbangkan rasa kemanusiaan dan keterangan dokter serta surat dari Lapas, maka pihaknya memberikan izin kepada terdakwa untuk menjalani perawatan. Izin diberikan pada 14-17 Juni 2021. "Selanjutnya, kami memerintahkan kepada JPU untuk membawa terdakwa ke rumah sakit dan mengembalikan ke tahanan setelah selesai. Membebaskan biaya yang timbul kepada pihak terdakwa,"jelasnya. Toetik menambahkan, sidang akan dilanjutkan kembali pada Kamis (17/6) mendatang untuk mendengarkan tanggapan JPU atas eksepsi terdakwa.( Riyanto )


Aspirasi Warga