Kasus Balita Gizi Buruk di Kota Tegal Tinggi

By: nno
Rabu, 29-07-2020 11:39 wib
13
Share:

Anggota DPR RI Komisi IX, DR Dewi Aryani mencatat jumlah balita gizi buruk di Kota Tegal masih cukup tinggi. Hal itu diungkapkannya saat memberi bantuan pangan dan kesehatan (banpangkes) kepada orang tua balita gizi buruk di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Selasa (28/7) siang. “Saya pikir Kota Tegal ini daerah yang lebih baik dari Brebes dan Slawi akan jumlah balita gizi buruk. Tetapi setelah saya lihat datanya, ternyata cukup tinggi. Untuk di Kecamatan Tegal Timur saja ada sekitar 150 balita dengan kasus gizi buruk,” ungkap Dewi. Politisi PDI Perjuangan ini menyebut, 150 balita penderita gizi buruk di Kecamatan Tegal Timur terdiri dari sebagian kecil keluarga mampu dan mayoritas dari keluarga kurang mampu. Pihaknya mengaku kondisi tersebut menjadi salah satu konsen Komisi IX yang membidangi kesehatan. Termasuk pula pada saat Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto melakukan kunjungan kerja ke Dapil IX (Tegal, Brebes dan Slawi), Dewi menyatakan sepakat untuk segera menangani gizi buruk, kematian ibu dan anak, serta kasus stunting. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan konsolidasi, sekaligus menentukan bantuan apa yang bisa diberikan untuk Tegal, Brebes dan Slawi agar bisa menanggulangi kasus yang besar,” pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut, DeAr sapaan akrab Dewi Aryani mengemukakan, upaya yang dilakukannya saat ini tidak akan maksimal jika tidak ada dukungan dan peran serta dari kepala daerah. Dirinya merasa, kolaborasi yang baik adalah antara DPR RI dan kepala daerah bersama-sama seluruh jajarannya bekerja bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Sebab, sambung DeAr, bukan hanya menyoal kesehatan anak-anak saja. Melainkan memperhatikan seluruh kebutuhan anak-anak yang menjadi aset bangsa dan untuk mendapatkan keberlangsungan hidup yang lebih baik. “Saya harap, Pemkot Tegal maupun Pemerintah Pusat (Kemenkes) selain secara masif memberikan sosialisasi pemahaman untuk memperbaiki gizi balita, pemerintah juga perlu meningkatkan bantuan dan memperbanyak jenis atau variasi bantuan makanan tambahan,” tandasnya. Ditambahkan, selama ini Kemenkes hanya memberikan tambahan bantuan Pendamping Makanan Tambahan (PMT) berupa biskuit bergizi untuk balita maupun ibu hamil. DeAr menilai, Pemkot dapat menambahkan bantuan berupa makanan sehat lain yang segar, seperti telur, susu atau ikan, sehingga kebutuhan gizi balita tercukupi dan mampu menekan angka kematian balita dan mempercepat penurunan jumlah balita bergizi buruk. Sementara, Camat Tegal Timur, Zainal Ali Mukti membenarkan jumlah gizi buruk di wilayah kerjanya masih tinggi. Penyebaran jumlah terbesar berada di Kelurahan Panggung dan Kelurahan Mintaragen. Sejauh ini, pihaknya telah memberdayakan sejumlah kegiatan kesehatan pada kader Posyandu. “Jika ada yang tidak bisa datang, maka kita lakukan jemput bola. Mereka juga berkala melakukan penyuluhan serta memberikan bantuan kepada ibu hamil dan balita,” bebernya.(wn)


Aspirasi Warga