Akibat Sistim Zonasi SMPN 12 Kota Tegal Kekurangan Murid

By: nno
Jumat, 26-06-2020 14:06 wib
9
Share:

Tegal - Dampak dari sistim penerapan zonasi, SMPN 12 Kota Tegal, mengalami kekurangan murid. Sampai penutupan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) hanya dapat 124 murid. Kepala Sekolah SMPN 12 Kota Tegal, Maslikah mengatakan, penurunan jumlah murid yang masuk ke SMP 12 sejak aturan zonasi diberlakukan dua tahun lalu. "Setiap tahun ajaran baru PPDB kita selalu berkurang. Dan berkurangnya murid, berimbas pada guru kurang jumlah jam mengajarnya," tutur Maslikah, Kamis (25/6/2020). Untuk sertifikasi, kata Maslikah seorang guru harus memiliki 18 jam mengajar di sekolah induknya. Karena kekurangan murid maka para guru harus menambah jam mengajar di sekolah lainnya. Dari 124 yang telah diterima Empat jalur yakni jalur zonasi untuk saat ini ada 40 murid, jalur prestasi 75 murid dan jalur afirmasi ada 9 murid. Sedangkan pindahan atau mutasi kosong. Untuk ruang yang tersedia ada 21 kelas yang dulunya masing-masing ada 7 kelas. Sejak sistim zonasi diberlakukan dua tahun lalu, yang saat ini duduk di kelas 8 dan 9 hanya ada empat kelas. Jadi ada tiga ruang kelas yang kosong tidak terpakai atau kurang 86 murid. Menanggapi persoalan tersebut Plt Dinas Pendidikan Kota Tegal, Ismail Fahmi menyampaikan, memang sistim zonasi mengutamakan siswa sekolah dekat dengan tempat tinggalnya. Untuk tahun ini sudah ada upaya dengan membuka jalur prestasi sampai dengan 30 persen dan jalur afirmasi minimal 15 persen. Dengan dua jalur tersebut, siswa dari mana saja bisa mendaftar, tidak harus dalam zona tempat tinggalnya. "Tetapi khusus SMP 12 memang masih dibawah kuota yang ditetapkan. Ini yg nanti menjadi bahan evaluasi. Karena, apabila dari siswa Kota Tegal saja yang mendaftar, memang kita kekurangan jumlah siswa sampai dengan 30 persen sehingga perlu menarik minat siswa luar Kota Tegal untuk bersekolah di Kota Tegal," pungkas Fahmi.-(sut)


Aspirasi Warga