Agenda Dewan

    Pengemudi Ojol Demo

    Sekretariat DPRD Kota Tegal

    Para pengemudi ojek online (Ojol)demo di depan Kantor Balai Kota Tegal, Senin (19/9). Mereka meminta adanya subsidi BBM untuk ojol dan penurunan potongan aplikator. Koordinator Lapangang (Korlap) Aksi Eri Andika mengatakan, dalam aksi yang digelar kali ini, pihaknya menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya pemotongan aplikasi sebesar 10-15 persen, pemerataan tarif semua aplikator (tolak persaingan tidak sehat) dan tarif relevan buat driver atau hapus biaya yang lain-lain. "Kemudian juga, kami meminta agar dibentuk badan regulasi pengawasan daerah kepada usaha transportasi online serta subsidi BBM khusus untuk ojol," katanya. Menurut Eri, aksi diikuti gabungan ojol dari Kota/Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang. Selanjutnya, pihaknya akan menunggu keputusan dari provinsi seperti yang disampaikan dalam audiensi."Aspirasi kita tadi diterima dan kami diminta untuk menunggu keputusan dari provinsi," ujarnya usia mengikuti audiensi bersama Dinas Perhubungan. Kepala Dinas Perhubungan Abdul Kadir saat dikonfirmasi mengatakan, aplikator yang terdaftar di Kota Tegal saat ini ada 4, yakni Gojek, Grab, Maxim dan Shopee. Perwakilan mereka juga sudah menggelar aksi unjuk rasa di provinsi yang kemudian diterima wakil gubernur. "Hasilnya, tuntutan mereka akan disampaikan kepada masing-masing aplikator. Di antaranya, biaya aplikasi dibagi dengan para mitra dengan pembagian 50-50," ujarnya. Abdul Kadir menegaskan, apabila tidak dapat dilaksanakan maka agar dapat dikomunikasikan secara intens dengan para mitra. Permintaan double order dihapuskan agar dapat dipertimbangkan aplikator. "Hal itu tertuang dalam surat dari provinsi yang disampaikan kepada kami," jelasnya.(wn)