Agenda Dewan

    Muhammad Jumadi Blak- Blakan Buka Suara Soal Kepindahannya Ke PDIP

    Sekretariat DPRD Kota Tegal

    Kota Tegal- Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi S.T, M.M menegaskan, urusan politik adalah urusan pilihan. Setiap orang memiliki pilihan masing- masing. Seperti dirinya, yang memilih PDI Perjuangan sebagai pilihan afiliasi hasrat politiknya.

    " Saya rasa tidak ada yang aneh, setiap orang bebas memilih afiliasi politiknya dengan alasan yang berbeda-beda beda. Jujur, sejak lama saya sudah jatuh hati kepada PDI Perjuangan dan alhamdulillah, pada November 2021 lalu, saya diterima menjadi bagian dari PDI Perjuangan oleh DPP PDI Perjuangan, " kata Jumadi yang akrab disapa MJ, saat wawancara di kediamannya di Rumah Dinas Wakil Walikota Tegal, Kamis (23/6/2022) siang.

    Diakui MJ, bahwa belum lama ini dirinya memang aktif bersama sejumlah petinggi DPP PDI Perjuangan dan Kepala Daerah dari PDI Perjuangan se Indonesia di Jakarta.

    " Itu agenda sekolah partai, karena saya sudah resmi menjadi anggota PDI Perjuangan sejak November 2021 lalu, maka s aya pun mendapat undangan sekolah partai bersama kepala daerah PDI Perjuangan se Indonesia. Disana kami banyak mengobrol bersama Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kritiyanto, Walikota Solo Gibran, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan kepala daerah lainnya berkaitan dengan trik dan strategi membesarkan PDI Perjuangan, " ungkap MJ. .

    Menurut MJ, sebenarnya sudah banyak acara dengan PDI Perjuangan pusat sejak 2021 lalu, namun saat itu mungkin luput dari bidikan media massa.

    " Saya rasa ini hal biasa lah, seseorang yang pindah pilihan partai politik sebagai wadah aspirasi. Banyak kan yang melakukan seperti saya, jadi ini soal biasa menurut saya, " ujar MJ.

    MJ mengatakan, setelah dirinya kini menjadi bagian dari PDI Perjuangan, maka secara otomatis mengakui ada tanggungjawab besar untuk ikut berperan serta dalam memenangkan PDI Perjuangan secara nasional pada Pemilu 2024.

    Lebih jauh MJ mengatakan, sebelum dirinya resmi terjun ke PDI Perjuangan, terlebih dahulu dirinya berpamitan kepada penghulu partai Demokrat di DPP melalui Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah.

    " Dalam surat resmi tertanggal 12 April 2021 saya menyatakan mundur dari Partai Demokrat dan surat saya layangkan ke DPP Partai Demokrat melalui Ketua DPD Partai Demokrat Jateng. Jadi tidak benar jika ada yang mengatakan saya tidak punya etika dalam berpolitik dan pergi dari rumah Partai lama begitu saja, ' tandas MJ.

    MJ menambahkan, kepindahannya ke PDI Perjuangan tidak ada kaitan dengan ambisinya ingin meraih kursi kekuasaan di PDI Perjuangan Kota Tegal.

    " Salah satu tugas saya sebagai petugas partai hanyalah ikut berperan serta membesarkan partai ini secara nasional dan persoalan yang berkaitan dengan Pilkada biarlah menjadi wewenang pengurus partai di tingkat pusat, " tegas MJ. (Riyanto Jayeng)