Agenda Dewan

    Coffe Morning Bahas Kapal Damkar. Ketua DPRD: Tergantung Kondisi Keuangan Daerah

    Sekretariat DPRD Kota Tegal

    Kota Tegal- Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro ST mengakui sangat merespon wacana pengadaan Satuan Tugas dan penyediaan sarana serta prasarana sebagai antisipasi pencegahan dan penanganan kebakaran kapal atau dengan kata lain Kapal Pemadam Kebakaran ( Damkar) yang terkuak dalam acara coffe morning di Mako Lanal Tegal, Kamis (25/11/2021) pagi .

    Menurut Kusnendro, untuk dapat merealisasikan wacana tersebut sesungguhnya sangat mudah, sebab semua tergantung kemampuan keuangan daerah. " Jika ada uangnya di Pemkot dan wacana itu mau direalisasikan, tinggal dianggarkan dan ajukan saja di APBD perubahan Tahun 2022," kata Kusnendro.

    Dalam Coffee morning yang diprakarsai oleh Lanal Tegal itu juga mendiskusikan perihal Standar Operasional Prosedur (SOP) atau prosedur tetap (protap) bagi Satgas dalam melaksanakan tugasnya, sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran bagi Anak Buah Kapal (ABK), dan persyaratan tersedianya Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di kapal.

    “Satgas untuk segera dibentuk. Di jam-jam rawan sebelum tidur, Satgas memberi pengumuman kepada awak kapal untuk memeriksa hal-hal yang rawan terjadi kebakaran,” ungkap Danlanal Tegal Letkol Mar Ridwan Azis, M.Tr., Hanla., CHRMP.

    Seperti diketahui Kegiatan Coffe Morning merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Lanal Tegal yang dilatarbelakangi oleh kejadian kebakaran yang menimpa beberapa Kapal yang ada di Dok atau Galangan Kapal Kota Tegal bebarapa waktu lalu.

    “Ini merupakan pelajaran yang berharga bagi kita semuanya. Mudah-mudahan kita bisa ambil hikmahnya, pelajaran atas musibah tersebut, dan kepada semua pihak kita tidak perlu saling menyalahkan,” ucap Ridwan Aziz.

    Terkait penanganan kebakaran kapal, Walikota Tegal H. Dedy Yon Supriyono meminta selain disediakan adanya hydran di titik strategis, juga menyetujui adanya boat/kapal pemadam kebakaran serta adanya sosialisasi dan pelatihan penanganan kebakaran bagi ABK.

    Namun Walikota menekankan terkait penanganan kebakaran kapal beberapa waktu lalu, diperlukan evaluasi penanganan agar upaya cepat dan sigap dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak. Seperti upaya penarikan kapal yang berada di sisi-sisi kapal agar menjauh dari kapal yang terbakar. Dedi Yon juga meminta adanya OPD atau instansi pengampu pengadaan kapal pemadam kebakaran untuk segera membuat proposal usulan.

    Sementara, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal Riswanto menyampaikan saran dan masukan serta permohonan bantuan untuk mengantisipasi kebakaran kapal kembali.

    “Semoga Pemerintah Kota Tegal dapat segera merealisasikan permohonan dari para pelaku usaha sektor perikanan untuk penyediaan kapal gerak apung/kapal damkar laut selain sarpras hidran di setiap titik-titik lokasi strategis tertentu,” harap salah satu pemilik kapal yang terbakar beberapa waktu lalu itu. (Riyanto)