Agenda Dewan

    Pembebasan Lahan Untuk Fly Over Tirus Harus Tunggu Kejelasan APBN

    Sekretariat DPRD Kota Tegal

    Kota Tegal- Rencana pembebasan lahan yang dipatok anggaran sebesar Rp 30 Milyar di dalam APBD Kota Tegal Tahun 2022 guna pembebasan lahan untuk pembangunan Fly Over di perlintasan rel KA Tirus hendaknya ditunda pelaksanaannya sebelum ada kejelasan APBN untuk pembangunan Fly Over di Tahun Anggaran 2023.

    Hal itu disampaikan F- PKB melalui juru bicaranya, Mohammad Masruri saat penyampaian Pemandangan Umum Fraksi- Fraksi terhadap Nota Keuangan RAPBD Kota Tegal Tahun Anggaran 2022, Kamis (18/11/2021) siang.

    Selain itu, F- PKB juga menyoroti rencana kegiatan gass track motor atau mobil yang menggunakan jalur lingkar Alun - Alun dan melintas di jalur depan Masjid Agung.

    " Kami meminta kepada Pemkot Tegal untuk tidak menggunakan jalan di depan Masjid Agung untuk giat gasstreck motor maupun balap mobil," kata Masruri.

    F- PKB juga meminta kepada Pemkot Tegal untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap petugas kebersihan di lingkungan Pemkot Tegal.

    Sementara, Walikota Tegal H Dedy Yon Supriyono S.E, M.M dalam pernyataannya saat menanggapi Pemandangan umum F- PKB yang disampaikan dalam sidang Paripurna DPRD dengan agenda Jawaban Walikota Atas Pemandangan Umum Fraksi- Fraksi, Senin (22/11/2021) mengatakan, bahwa rencana pembangunan Fly Over (FO) Tirus sudah masuk dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 79 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Kendal, Semarang, Salatiga, Demak, Grobogan, Kawasan Purworejo, Wonosobo, Magelang, Temanggung, Dan Kawasan Brebes, Tegal, Pemalang.

    Dikatakan, Perpres tersebut juga telah diperkuat dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

    "Pemerintah Kota Tegal telah melakukan koordinasi secara intensif dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Tengah dalam upaya merealisasikan program tersebut," jelas Dedy Yon

    Dalam wawancara tersendiri, Dedy Yon juga memastikan tidak akan ada pemberhentian tenaga kebersihan sekaligus tidak akan ada penambahan.

    " Saya pastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja terhadap tenaga kebersihan dan juga tidak akan ada penambahan," tegas Dedy Yon. ( Riyanto)