DPRD Pertanyakan Penerapan Lokal Lockdown

By: nno
Senin, 23-03-2020 17:14 wib
11
Share:

DPRD mempertanyakan tentang penerapan lokal lockdown yang kini telah diterapkan oleh Pemkot Tegal. Sebab, penerapan kebijakan tersebut dinilai belum didahului dengan adanya sosialisasi ke masyarakat. Hal itu terungkap dalam rapat internal yang dilaksanakan DPRD Kota Tegal, kemarin. Menurut Ketua DPRD, Kusnendro, untuk mempertanyakan tentang persoalan tersebut pihaknya mengundang Pemkot Tegal khususnya Tim Penanggulangan Virus Corona yang telah dibentuk Pemkot Tegal untuk rapat koordinasi. Namun, hingga waktu yang telah ditentukan ternyata dari Pemkot Tegal tak kunjung hadir. Oleh karena itu, rapat koordinasi diputuskan untuk ditunda. "Sesuai rencana rapat koordinasi akan kami agendakan lagi pada, Kamis (26/3)," katanya. Dia menegaskan, pihaknya berharap pada rapat koordinasi mendatang seluruh Tim Penanggulangan Virus Corona bisa hadir, sehingga tentang persoalan yang kini terjadi bisa dicarikan solusi terbaik. "Kami butuh penjelasan tentang adanya penerapan lokal lockdown dari Pemkot Tegal karena telah menimbulkan berbagai pertanyaan dari masyarakat," katanya. Sementara itu, anggota DPRD, Fitriani berharap Pemkot Tegal tidak hanya sebatas ikut - ikutan daerah lain terkait penanganan persoalan virus Corona. Namun, perlu adanya pendataan rinci karena Kota Tegal tidak seperti daerah lain. Apalagi sampai sekarang beberapa orang yang menjalani pemeriksaan maupun perawatan di RSUD Kardinah dinyatakan masih negatif. Selain itu, Pemkot Tegal dalam melakukan penyemprotan belum secara menyeluruh di tempat - tempat yang dinilai rawan, seperti di Pasar Pagi. Padahal, para pedagang sempat tidak berjualan karena akan ada penyeprotan, namun yang disemprot ternyata baru sebatas tangga. "Saya kecewa terhadap kebijakan yang dilakukan. Mengantisipasi boleh tapi jangan bikin panik," tegasnya. Wakil Ketua DPRD, Wasmad Edi Susilo mengatakan, sesuai dengan rapat koordinasi Forkompimda, Wali Kota meminta adanya pembatasan terhadap tempat keramaian mulai 07.00 - 23.00. Arus lalu lintas jalur pantura dialihkan ke Jalan Lingkar Utara (Jalingkut). Namun, pihaknya menyayangkan belum ada sosialisasi melalui surat edaran ke berbagai pihak termasuk sosialisasi ke masyarakat langsung ada tindakan penerapan lokal lockdown. (wn)


Aspirasi Warga