Wali Kota Minta Kegiatan Keagamaan Ditunda

By: nno
Minggu, 22-03-2020 16:04 wib
9
Share:

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono meminta seluruh tokoh agama di Kota Bahari untuk menunda atau membatalkan agenda kegiatan keagamaan yang melibatkan banyak massa. Selama 14 hari ke depan, mereka juga diminta untuk bisa melaksanakan ibadah di kediaman masing-masing. Hal tersebut terungkap, saat Dedy Yon memimpin jalannya rapat koordinasi bersama seluruh tokoh agama, terkait Penanganan Wabah Covid-19 di Kota Tegal, Jumat (20/3) siang, di Ruang Rapat Lantai 1 Setda Kota Tegal. Dedy menukaskan, para tokoh agama diharapkan mampu menjelaskan kepada jemaahnya untuk memahami perihal ditundanya kegiatan keagamaan selama 14 hari. Mengingat, waktu 14 hari tersebut merupakan masa inkubasi, yang digunakan untuk berdiam diri dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak. “Harapannya, 14 hari tanpa aktivitas berlebih di luar rumah bisa memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saya kira ini tidak akan lama. Dengan dipatuhinya aturan ini, saya yakin kondisi Indonesia akan jauh lebih baik. Karena ini pun berlaku di seluruh dunia,” katanya. Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi menambahkan, pihaknya berkeinginan melalui dinas terkait akan melakukan sosialisasi serta himbauan masyarakat untuk banyak diam dirumah melalui pengeras suara. Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tegal, KH Abu Chaer Annur menyatakan, mendukung apa yang ditetapkan Fatwa MUI Pusat maupun langkah Pemerintah Kota Tegal terhadap upaya penanganan Covid-19. Dalam kesempatan itu, dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mendekatkan diri kepada sang Khalik dan memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan masing-masing. Sebab, pada dasarnya berjuangan para medis menangani Covid-19 juga harus diimbangi dengan doa seluruh masyarakat Indonesia. “Perjuangan lahir dan batin haruslah seimbang. Mari kita bersama-sama memperbanyak doa dan beribadah, agar musibah ini cepat berlalu,” pungkasnya.(wn)


Aspirasi Warga