Kolam Retensi Tegalsari Belum Maksimal Atasi Banjir

By: nno
Kamis, 20-02-2020 16:37 wib
11
Share:

Keberadaan Kolam Retensi Tegalsari dinilai belum bisa maksimal dalam upaya mengatasi banjir yang selama ini melanda wilayah Kecamatan Tegal Barat, khususnya di permukimam warga sekitar Jalan Rambutan dan Nanas. Hal itu terjadi diperkirakan karena crossing Siwatu di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) posisi kurang tepat, sehingga air belum bisa mengalir lancar. Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD, Sisdiono Ahmad, kemarin.

Menurut dia, dari hasil tinjauan ke lapangan kondisi saluran dari kompleks permukiman warga di Jalan Rambutan ke Siwatu belum ada saluran memadai. "Crossing jalan yang ada kondisi sangat rendah, sehingga air belum bisa mengalir lancar ke kolam retensi," katanya.

Sisdiono mengemukakan, perlu ada upaya penanganan, seperti perbaikan saluran di Jalan Rambutan dan peninggian di Jalingkut. Dengan demikian, diharapkan kompleks permukiman warga di Jalan Rambutan dan Nanas bisa teratasi. Selama ini di wilayah Jalan Nuri aliran air juga tidak lancar. Air hanya berputar, sehingga perlu dibuat crossing agar mengalir ke sekitar.

Dia manambahkan, selain itu persolan di Jalan Arimbi volume air cukup besar, namun tidak ada saluran serta rel kereta api yang tidak bisa diperbaiki karena kewenangan PT KAI. "Kami berharap agar saluran di rel dikeruk dan DPU mempunyai master plan penanganan banjir untuk menggambarkan seluruh potensi saluran Tegal, baik saluran induk, kecil maupun besar, sehingga genangan di suatu tempat bisa langsung diketahui," katanya. (wn)


Aspirasi Warga